Senin, 30 Maret 2015

Sekilas Tentang Kematian Olga Shayputra

Komedian dan presenter, Olga Syahputra menghembuskan nafas terakhirnya hari ini, Jumat (27/3) di RS Mount Elizabeth, Singapura. Kepergian pria bernama asli Yoga Syahputra itu bisa dibilang sangat mengejutkan. Pasalnya, kondisiOlga dikabarkan terus membaik dalam beberapa waktu terakhir ini.
Mulai dari keluarga, manajer, hingga para sahabat, semua selalu mengabarkan jika Olga akan segera sembuh. Beda ceritanya dengan seorang wanita bernama Dewi Yanthi Razalie. Wanita satu ini secara blak-blakan mengungkapkan jika dirinya sudah meramalkan kepergianOlga lewat akun Facebook.
"Firasatku terbukti. Olga meninggal, Frans Tumbuan meninggal, Alex Komang meninggal. So? Masih mau menuduhku bohong? Masih mau percaya sama dokter-dokter yang sombong itu? Yang ngasih firasat ke aku itu TUHAN, bukan setan! Waktu di TV kubilang kan Olga sudah mau meninggal dalam waktu antara 1-2 tahun ini. Rekamannya kan masih ada di youtube," tulisnya sambil mencantumkan berbagai link video Youtube.
Ramalan Dewi Yanthi mengenai kematian Olga / © Facebook
Ramalan Dewi Yanthi mengenai kematian Olga / © Facebook
Usut punya usut, wajah Dewi memang sudah tak asing lagi karena sempat mondar-mandir di layar kaca sekitar pertengahan 2014 kemarin. Waktu itu, Dewi adalah sosok wanita penyebar broadcast bbm yang berisi tentang penyakit Olga.
Pada beberapa rekaman, Dewi memang menyebut jika dirinya mendapat firasat buruk mengenai kondisi Olga. Dewi mendapat firasat itu ketika pertama kali melihat benjolan di bagian telinga Olga. Berbagai upaya pun ia lakukan tuk memberitahu keluarga Olga tentang penyakit tersebut, namun ucapannya selalu tak dipercaya.
Setelah ditelusuri, ternyata Dewi merupakan survivor, atau orang yang berhasil selamat dari penyakit kanker tiroid stadium 4. Ia mengaku tahu betul mengenai bagaimana cara menangani penyakit itu, prosentase kesembuhan penderitanya, dan berbagai macam hal lainnya.
Well, kalian percaya jika kematian Olga memang sudah diramalkan oleh wanita ini?
Sudah bukan rahasia umum lagi, tayangan jenis apapun di televisi ujung-ujungnya adalah untuk mencari keuntungan finansial, terutama yang berasal dari iklan dan sponshorship yang yang jadi pendukung acara-acara televisi tersebut. Hal ini menjadikan televisi hampir-hampir menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, meskipun di satu sisi harus mendapatkan kritikan dan kecaman dari masyarakat, atau bahkan mendapatkan semprit dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), tak menjadikan sebuah stasiun televisi berhenti menyiarkan acara yang kontroversial.
Pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang ditayangkan pada 16 dan 17 Oktober 2014 dengan brand “Janji Suci Raffi dan Nagita” tersebut telah dimanfaatkan bukan untuk kepentingan publik, melainkan menjadi salah satu ladang untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya oleh manajemen stasiun televisi swasta nasional tersebut. Stasiun televisi ini mengabaikan kepentingan publik, hingga akhirnya KPI melayangkan surat peringatan ke stasiun televisi tersebut.
Dalam keterangan yang dimuat di situs web KPI, Ketua KPI Pusat Judhariksawan yang menandatangani surat teguran pada Jumat (17/10/2014) menyoroti durasi siaran program selama dua hari berturut-turut. KPI menilai durasi itu tidak wajar serta tidak memberikan manfaat kepada publik sebagai pemilik frekuensi. KPI menganggap hal itu sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik. KPI juga memutuskan bahwa penayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat (1). Sanksi atas pelanggaran itu berupa sanksi administrasi teguran tertulis. (kompas)
Usai pernikahan Raffi-Nagita, salah satu tasiun televisi lain giliran menyangankan acara kontroversial dalam bentuk tayangan reality show eksklusif proses persalinan vokalis Ashanty, istri artis musik sekaligus anggota DPR, Anang Hermansyah. Tayangan berjudul “Anakku Buah Hati Anang & Ashanty” itu disiarkan langsung pada Minggu (14/12/2014) selama kurang lebih 4 jam. Lagi-lagi tayangan ini pun mendapatkan peringatan keras dari KPI. Pada situs resminya, KPI merilis surat teguran tersebut dan memberi penjelasan mengenai pelanggaran yang terjadi dengan penayangan “Anakku Buah Hati Anang & Ashanty” salah satu di antaranya, bahwa siaran tersebut tidak memberi manfaat apapun kepada publik sebagai pemilik utuh frekwensi.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan dan hasil analisis telah menemukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012 pada Siaran Reality Show Eksklusif Proses Persalinan Ashanty dengan judul: ‘Anakku Buah Hati Anang & Ashanty’ yang ditayangkan oleh stasiun RCTI pada tanggal 14 Desember 2014 mulai pukul 13.14 WIB,” demikian tulis pihak KPI. (kompas)
Tapi dasar stasiun televisi, yang dicari tentu keuntungan finasial yang berlipat ganda. Baru beberapa hari ditegur KPI, stasiun televisi yang sama langsung tancap gas menyiarkan acara “Ngunduh Mantu Raffi dan Nagita” pada 30 Desember 2014 lalu. Padahal menurutNahariyha Dewiwiddie KPI telah berkali-kali memberikan teguran kepada stasiun tersebut dalam acara pernikahan Raffi dan Gigi, bulan Oktober sebelumnya, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, juga masalah tayangan persalinan Ahsanty bertitel “Anakku Buah Hati Anang & Ashanty”. KPI beralasan, acara tersebut ditayangkan bukan untuk kepentingan publik, apalagi dengan durasi yang tidak wajar. Stasiun tersebut harus menerima akibatnya. KPI bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memberikan sanksi yang lebih berat: meninjau izin siarnya atau pengurangan durasi jam siar. (baca selengkapnya artikelini)
Berhenti sampai di sini? Oh tentu tidak! Apapun yang sekiranya bisa mendatangkan keuntungan finansial berlipat ganda, stasiun televisi pasti siap untuk menayangkannya, tak perduli itu orang senang, susah, hidup dan mati pun tetap bisa jadi media untuk mencari pundi-pundi rejeki. Olga Syahputra saat masih hidup tentu membawa banyak rejeki selain bagi diri sendiri, keluarga, manajemen juga stasiun televisi yang sering kali memakai jasanya.
Hal di atas tentu hal yang wajar. Tapi bagaimana kalau kematian Olga juga dimanfaatkan untuk mengeruk berjuta keuntungan finansial dengan membuat tayangan khusus “Selamat Jalan Olga Syahputra” yang juga memakan banyak waktu untuk menayangkannya. Olga Syahputra Memang Menginspirasi Kita, banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari seorang Olga, tapi apakah keluarga Olga yang tengah berduka membutuhkan tayangan semacam itu? Apakah tayangan tersebut membawa manfaat bagi publik? Apakah tayangan tersebut tidak merenggut hak publik sebagai pemilik utuh frekwensi?
Meninggalnya Olga Syahputra sebagai sosok yang telah menjadi milik publik, memang layak disiarkan kepada publik melalui media publik termasuk televisi. Akan tetapi menayangkan dengan durasi yang berlebihan seperti pada tanggal 28 Maret 2015 yang lalu, apalagi dengan maksud untuk menangguk banyak keuntungan, ibarat menari-nari di atas penderitaan orang lain tentu bukan hal yang bijak bukan?
Semoga KPI merespon dan segera membuat peringatan serupa, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Atau jangan-jangan semprit KPI sudah tidak mempan lagi? Untuk Olga Syahputra kita do’akan “Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ madkhalahu, Allahumma laa tahrimna ajrahu walaa taftinna ba’dahu birahmatika yaa arhamarrahimiin”, Amiin (Banyumas; 29 Maret 2015#Helet/TA)

Selasa, 17 Maret 2015

Daftar Nama Album Avenged Sevenfold

Dalam postingan kali ini, gue akan menampilkan semua album yang telah di buat oleh Avenged Sevenfold dari awal hingga sekarang. Check This Out !!!

1. Sounding The Seventh Trumpet (2001)
Sounding The Seventh Trumpet

1. To End The Rapture
2. Turn The Other Way
3. Darkness Surrounding
4. The Art Of Subconscious Illusion
5. We Come Out At Night
6. Lips Of Deceit
7. Warmness On The Soul
8. An Epic Of Time Wasted
9. Breaking Their Hold
10. Forgotten Faces
11. Thick And Thin
12. Streets
13. Shattered By Broken Dreams

2. Waking The Fallen (2003)

Waking The Fallen

1. Waking The Fallen
2. Unholy Confessions
3. Chapter Four
4. Remenissions
5. Desecrate Through Reverance
6. Eternal Rest
7. Second Heartbeat
8. Radiant Eclipse
9. I Won't See You Tonight Part 1
10. I Won't See You Tonight Part 2
11. Clairvoyant Disease
12. And All Things Will End

3. City of Evil (2005)

City of Evil
1. Beast And The Harlot
2. Burn It Down
3. Blinded In Chains
4. Bat Country
5. Trashed And Scattered
6. Seize The Day
7. Sidewinder
8. The Wicked End
9. Strength Of The World
10. Betrayed
11. M.I.A

4.Self Titled / Avenged Sevenfold (2007)






Self Titled
1. Critical Acclaim
2. Almost Easy
3. Scream
4. Afterlife
5. Gunslinger
6. Unbound (The Wild Ride)
7. Brompton Cocktail
8. Lost
9. A Little Piece Of Heaven
10. Dear God

5. Diamonds In The Rough (2008)

Diamonds In The Rough
1. Demons
2. Girl I Know
3. Crossroads
4. Flash Of The Blade
5. Until The End
6. Tension
7. Walk
8. The Fight
9. Dancing Dead
10. Almost Easy (CLA Mix)
11. Afterlife (Alternate Version)


6. Nightmare (2010)




Nightmare
1. Nightmare
2. Welcome To The Family
3. Danger Line
4. Buried Alive
5. Natural Born Killer
6. So Far Away
7. God Hates Us
8. Victim
9. Tonight The World Dies
10. Fiction
11. Save Me
12. Lost It All

7. Hail To The King (2013)
Hail To The King
1. Shepherd Of Fire
2. Hail To The King
3. Doing Time
4. This Means War
5. Requiem
6. Crimson Day
7. Heretic
8. Coming Home
9. Acid Rain
10. Fiction
    Bonus Track :
1. St. James (To : James Owen Sullivan)

Sebagai Sevenfoldism,, kita cuma bisa nunggu album berikutnya... Mudah-mudahan cepet ya keluarnya :)

Sekian postingan kali ini, teima kasih ..... !!!

Band Sampingan The REV dan Synyster Gates : Pinkly Smooth

Salah satu band metalcore paling berpengaruh di era pertengahan 2000-an ini nampaknya masih terlalu ‘cinta’ sama Indonesia. Buktinya, baru-baru ini mereka baru aja mengumumkan jadwal tur dunia mereka, dan kembali memasukan nama Indonesia di dalam daftar tur mereka di 18 Januari 2015 silam.

Usut punya usut, ternyata Avenged Sevenfold nggak melulu berada di band yang sama. Beberapa dari mereka juga punya side project.
Penasaran sama side project mereka?

Pinkly Smooth

Pinkly Smooth adalah band metal Amerika berat. Band ini dibentuk pada musim panas 2001 di Huntington Beach, California, sebagai proyek sampingan untuk drummer Avenged Sevenfold / penulis lagu : Jimmy "The Rev" Sullivan, dan menampilkan The Rev (dengan nama "Rathead") pada vokal, bersama dengan sesama Avenged Sevenfold Synyster Gates anggota pada gitar dan mantan anggota Ballistico Buck Silverspur (dengan nama "El Diablo") pada bass dan Derek Eglit (dengan nama "Super loop") pada drum. Mereka merilis hanya satu album, "Unfortunate Snort" , yang menampilkan mantan bassist Avenged Sevenfold Justin Meacham (di bawah nama panggung "Justin Sane") sebagai pemain keyboard, dan penulias utama oleh The Rev dan Synyster Gates. Band ini bubar pada tahun 2002.

Pinkly Smooth

"Gue selalu ngeidolain dia (The Rev), gue ngeidolainnya sebagai seorang drummer, gue juga sebelumnya pernah main drum, gue nggak begitu bagus maininnya, tapi gue menghargainya. Suaranya Jimmy, dan sebelumnya gue nggak pernah tau gue bisa jadi seorang musisi yang menginspirasi, kalo gue nggak pernah membuat lagu. Dan pas saat kita udah saling mengenal selama 6 atau 7 tahunan, kita bikin side project yang namanya Pinkly Smooth," ucap Synyster Gates.Seketika setelah The Rev wafat, side project mereka pun ikut bubar.

Logo Album Pinkly Smooth "Unfortunate Snort"


Beberapa lagu dari Band Pinkly Smooth "Unfortunate Snort" :

1. Necromance Theatre
2. The Body of Death of The Man With The Body of Death
3. McFly
4. Mezmer
5. Nosferatu Does A Hefty Dance
6. Pixel and Nasal

Saya rasa cuma ini yang bisa saya tulis di postingan kali ini..
Jika ada yang mau nambah seputar band Pinkly Smooth ini, bisa di tulis di kolom komentar.. Terima kasih (Y)

Sabtu, 14 Maret 2015

Lagu Ciptaan The REV

Berikut daftar lagu-lagu yang di ciptakan "The REV" :

1. A Little Piece of Heaven
2. Almost Easy
3. Afterlife
4. Brompton Cocktail
5. Fiction / Death


Mungkin, masih ada beberapa lagi lagu ciptaan Jimmy, tapi lagu-lagu ini lebih banyak diminati oleh penggemar Avenged Sevenfold.

Sekian,, jika ada yang mau nambahin juga boleh kok..... :) :)

Fakta Fakta Menarik tentang THE REV

The Reverend
James Owen Sullivan, atau yang lebih dikenal dengan nama The Reverend (The Rev), adalah drummer Avenged Sevenfold yang meninggal dunia pada Desember 2009. Siapa yang tidak mengenalnya? He’s awesome drummer! The Rev tidak akan pernah mati bagi para Sevenfoldism (sebutan untuk fans Avenged Sevenfold).

Ada banyak fakta menarik tentang The Rev yang mungkin belum kalian tahu. Sebagai seorang Sevenfoldism, dengan senang hati saya akan berbagi tentang fakta-fakta menarik dari The Rev. Check ‘em out!
– The Rev menulis hampir semua bagian, lirik lagu, riff gitar, dari 4 lagu yang ada dalam album ‘Nightmare’ (2010)
– The Rev memproklamirkan dirinya sendiri sebagai seorang yang perfeksionis
– Synyster Gates memberikan pelajaran gitar kepada The Rev selama bertahun-tahun saat mereka bersama-sama di Avenged Sevenfold maupun di band lama mereka, Pinky Smooth
– Manager Avenged Sevenfold (A7X), Larry Jacobson, mengatakan bahwa The Rev terlihat seperti gurita ketika memainkan lagu ‘Almost Easy’
– The Rev bergabung dengan ansambel perkusi di Harbor College di LA saat berada di kelas 6 sampai kelas 8 pada masa sekolahnya
– The Rev membentuk permainan drum-nya dari musik-musik metal semacam Metallica, Slayer, Pantera, bahkan Dream Theater dan Rush
– Orang tua The Rev ingin dia belajar piano ketika masih berusia 5 tahun, namun The Rev menolak, namun sebenarnya dia selalu ingin bermain piano
– Saat berumur 10 tahun The Rev membeli drum sendiri
– The Rev beragama katolik
– The Rev pernah hidup serumah dengan Synyster Gates dan ayahnya (Papa Gates). Papa Gates mengatakan: “Jimmy (The Rev) adalah anak yang eksentrik dan berbahaya. Kupikir IQ-nya lebih dari 160. Mungkin dia adalah musisi paling natural yang pernah aku temui”.
– Teknisi drum The Rev bernama Jason Berry
– The Rev terpilih menjadi drummer terbaik kedua pada Drum Magazine tahun 2008
– The Rev tinggal secara nomaden, berpindah-pindah rumah, bahkan Ia pernah tinggal di laundry tempatnya bekerja
– The Rev mengatakan Ia terlalu bagus untuk bermain di band pertama Matt Shadows, Successful Failure.
– The Rev dipecat dari tim basket di Huntington Beach High School
– The Rev adalah personil Avenged Sevenfold yang paling lama mengenal Johnny Christ (bassis A7X), karena Johnny adalah adik dari sahabat dekatnya
– The Rev adalah personil tertinggi di Avenged Sevenfold, tinggi badannya mencapai 6’3 kaki (sekitar 194 cm)
– Meskipun The Rev mengidap arachnophobia (phobia laba-laba), pada video klip “Afterlife” Ia membiarkan laba-laba melata di wajahnya. The Rev mengatakan, aksinya itu untuk para fans
– The Rev memiliki 6 mobil. Hampir setiap hari selama satu minggu Ia gonta-ganti mobil
– The Rev menulis lirik lagu “Almost Easy”, “Afterlife”, dan “A Little Piece of Heaven”. Konsep lagu “Brompton Cocktail” juga datang dari ide The Rev
– The Rev membawa fly swatter (pengusir lalat) yang ada di video klip “Bat Country” dari dapur rumahnya
– The Rev menjalani operasi lasik tepat sebelum kematiannya

Silakan kalau kalian mau menambah. Yang jelas, The Rev will always live forever in our heart, Sevenfoldism. Thanks for reading, leave a comment please… :lol